VIRUZ

Eheeemmm

Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Dalam kehidupan politik saat ini terdapat 3 masalah hukum yang membuat perpolitikan Indonesia tidak stabil dan tumbuh tidak sehat. Masalah hukum itu dapat dijadikan bargaining politik bagi siapapun pelaku politik negeri ini. Masalah itu dapat digunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok dalam menekan pemerintah atau pihak lain. Budaya yang tidak sehat inilah yang membuat pertentangan politik di Indonesia semakin tidak berkualitas. Hal inilah yang membuat kontrapoduktif dalam bangsa ini. Karena, setiap hari media masa dan pembicaraan masyarakat bukan didominasi semangat membangun bangsa tetapi justru saling menyalahkan dan memecah belah bangsa.
Hal ini diperkeruh oleh paparan media yang juga dipengaruhi oleh kekuatan politik besar negeri ini. Seringkali idealisme jurnalistik media masa atau media televisi digadaikan karena kepentingan pemodalnya dan partai politik tertentu. Sehingga hal ini membuat edukasi politik bangsa ini semakin menjemukan, penuh provokatif, saling menyalahkan dan sangat tidak berkualitas. Bagi masyarkat dengan intelektual tinggi dan berpendidikan mungkin beberapa opini menyesatkan media itu tidak masalah. Namun, bagi masyarakat yang berpendidikan rendah seperti sebagian besar masyarakat bangsa ini, akan menggirik pada opini dan pendidikan yang sangat tidak mendidik bangsa ini. Namun, pikiran positif yang terjadi adalah masyarakat akan semakin pintar untuk menerima informasi dengan tidak mudah tergiring dengan opini yang tidak berkualitas.
Kasus hukum tersebut sangat berpotensi
dijadikan barter politik yang kuat karena melibatkan 3 partai politik terbesar negeri ini seperi partai Demokrat, Golkar dan PDIP.
Tiga masalah hukum besar yang seringkali dijadikan senjata utama untuk barter huku dan barter politik adalah :
1. Kasus Bank Century yang melibatkan pemerintahan dan partai Demokrat
2. Kasus Gayus dan Mafia Hukum yang banyak tudingan melibatkan partai besar tertentu
3. Kasus suap pemilihan deputi Gubernur Miranda Gultom yang melibatkan PDIP

Bila masalah hukum itu melibatkan partai politik dan pemerintah maka akan akan dengan mudah masuk ke ranah politik. Hal inilah yang mebuat kasus tersebut tidak terselesaikan tetapi justru memperkeruh berbagai masalah di negeri ini.
Budaya politik yang tidak sehat inilah nantinya harus diperbaiki secara revolusioner. Budaya buruk politik ini selain tidak berkualitas juga dapat membuat bangsa ini hanya didominasi pertentangan tidak cerdas pada topik tidak berkualitas yang menutupi pikiran membangun bangsa. Padahal bangsa lain di sekitar kita di dominasi oleh topik kemajuan teknologi dan industri, tetapi Indonesia berdebat hal yang tidak berkualitas. Sayangnya budaya politik tampaknya dalam 5-10 tahun lagi sulit berubah bila sistem politik dan perilaku kesadaran pemain politik di Indonesia tidak berubah.

http://demokrasiindonesia.wordpress.com
Read More …

Konversi BBM ke BBG segera dilaksanakan

Selasa, 24 April 2012 22:56 WIB | Dilihat 3934 Kali
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah dalam waktu dekat segera melaksanakan program konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas.

"Pemerintah menargetkan program konversi BBM ke BBG akan dilaksanakan dalam waktu dekat. `Converter kit` akan diimpor dari Italia, dengan persentase hanya sekitar sepuluh persen dari total kebutuhan tahunan yang mencapai 250.000 unit," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, Selasa.

Hidayat mengungkapkan pemerintah telah menunjuk tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan memproduksi converter kit tersebut.

"Ketiga BUMN tersebut, antara lain PT Dirgantara Indonesia (PT DI), PT Pindad dan PT Wijaya Karya Tbk. Mereka (tiga BUMN itu) diarahkan untuk bekerja sama dengan perusahaan pembuat converter kit asal Italia," kata Hidayat.

Menurut Hidayat, kerja sama teknis antara BUMN dengan produsen converter kit asal Italia itu dilakukan karena Indonesia berniat untuk menjadi produsen converter kit secara mandiri.

"Italia sendiri merupakan produsen converter kit terbesar di dunia, dan telah mengekspor peralatan tersebut kepada 60 negara di dunia," kata Hidayat.

Hidayat menuturkan, pemerintah berharap kerja sama di bidang teknologi dengan perusahaan asal Italia tersebut dapat mendorong kemampuan produsen dalam negeri untuk memproduksi converter kit sendiri.

"Pemerintah ingin agar industri nasional sudah bisa memproduksi converter kit secara masal dalam waktu enam bulan, terhitung sejak program itu berjalan, sehingga semua permintaan dapat mampu dipenuhi dari dalam negeri." kata Hidayat.

Hidayat menambahkan saat ini produksi converter kit per bulan hanya mencapai 3.000 unit.
(R027)
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 201

http://www.antaranews.com/teknologi
Read More …

Jelang Madrid vs Bayern - Mourinho Harapkan Peruntungan yang Lebih Baik
Wednesday, 25 April 2012 01:19
FOTO:(Getty Images)Beritabola.com Madrid - Sudah tiga kali Jose Mourinho kandas di semifinal Liga Champions. Di musim ini bersama Real Madrid Mourinho berharap dipayungi keberuntungan saat menghadapi Bayern Munich di semifinal leg kedua.

Bayern sukses mengungguli Madrid 2-1 di semifinal pertama pekan lalu. Dengan hasil itu maka Los Blancos membutuhkan kemenangan minimal 1-0 di Santiago Bernabeu untuk memastikan diri lolos ke final.

Mourinho, meskipun berhasil menjuarai turnamen ini bersama Porto dan Inter Milan, memiliki catatan buruk di babak empat besar.

Ketika masih membesut Chelsea, The Special One dua kali dikalahkan Liverpool pada 2005 dan 2007. Yang terakhir terjadi pada musim lalu bersama Madrid dengan kekalahan dari Barcelona dalam pertandingan yang 'panas'.

"Secara umum saya tidak banyak beruntung di babak semifinal Liga Champions," aku Mourinho dalam konferensi pers yang dikutip Sky Sports.

"Saya kalah sekali dengan Chelsea (2005) akibat sebuah gol yang seharusnya tidak menjadi gol, bolanya tidak melewati garis gawang," lanjut pelatih asal Portugal itu.

"Di musim lainnya (2007) kami kalah dalam adu penalti dan ketika Anda kalah di semifinal dengan cara itu maka hal itu akibat ketidakberuntungan dan saya kalah di semifinal musim lalu karena apa yang semua orang tahu," cetusnya.
(dtc/rin) Sumber: detiksport
Read More …

Read More …